Nunukan – Dengan suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.AP, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XX tingkat Kecamatan Sebatik Barat. Pembukaan berlangsung di halaman SDN 006 Desa Persimpangan Tembaring, pada Jumat 07 November 2025.
MTQ tahun ini mengangkat tema “Kita Tingkatkan SDM yang Cerdas, Sehat, Berkarakter untuk Menciptakan Tata Kehidupan yang Harmonis dengan Menjaga Budaya dan Kearifan Lokal.” Kegiatan keagamaan tahunan ini diikuti kafilah dari seluruh desa di Kecamatan Sebatik Barat, dan dimeriahkan dengan pawai taaruf serta lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kesejukan suasana.
Dalam sambutannya, Iwan menyampaikan bahwa MTQ merupakan agenda keagamaan yang rutin digelar setiap tahun, sekaligus momentum untuk memperkuat kecintaan umat Muslim terhadap Al-Qur’an.
”MTQ jangan hanya dijadikan ajang mencari qori-qoriah dan hafid-hafidzah terbaik. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi sarana bagi umat, khususnya generasi muda, untuk membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Al-Qur’an telah memuat banyak penjelasan tentang ilmu kedokteran, geologi, perdagangan, hingga ilmu antariksa, yang seiring waktu terbukti kebenarannya dalam fenomena alam raya.
Di akhir sambutannya, Iwan meminta kepada 46 dewan hakim yang sudah dilantik untuk menjalankan tugas penilaian secara adil dan jujur.
Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan drum oleh Plt Sekda, didampingi Forkopimcam, Camat Sebatik Barat, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Ketua PLTQ Sebatik Barat, serta para kepala desa se-Kecamatan Sebatik Barat.
Sementara itu, Ketua Panitia menyampaikan bahwa MTQ menjadi wahana pengembangan syiar Islam, sekaligus memperkuat silaturahmi dan persatuan umat, khususnya di wilayah Kecamatan Sebatik Barat.
MTQ ke-XX ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 November 2025, dengan total peserta sebanyak 154 orang, terdiri dari 68 laki-laki dan 86 perempuan dari lima desa.












Komentar