Nunukan — Korps HMI-Wati (KOHATI) melakukan kunjungan kemanusiaan dengan menjenguk Ibu Halimah, seorang Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tengah menjalani perawatan medis di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Kunjungan tersebut berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 11.00 WITA sebagai bentuk empati dan dukungan moril kepada korban.
Kunjungan ini dilakukan di tengah proses penanganan kasus yang saat ini masih berjalan dan ditangani oleh pihak berwenang, sebagaimana telah diberitakan oleh sejumlah media. KOHATI menyatakan sikap menghormati sepenuhnya proses hukum serta langkah-langkah yang dilakukan aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Saat dikunjungi, kondisi kesehatan Ibu Halimah dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan yang membaik. Meski demikian, ketika diminta menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya, korban sempat mengalami tremor atau gemetar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak psikologis masih dirasakan dan memerlukan perhatian serius.
Ketua KOHATI Cabang Nunukan, Dewi Surya Ningsih, menyampaikan bahwa kehadiran KOHATI semata-mata bertujuan untuk memberikan dukungan kemanusiaan dan tidak dimaksudkan untuk mendahului ataupun mengintervensi proses hukum yang sedang berlangsung.
“KOHATI hadir untuk menyampaikan empati dan dukungan moril kepada Ibu Halimah. Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan berharap penanganan kasus ini dapat dilakukan secara objektif, adil, dan berkeadilan,” ujar Dewi.
Lebih lanjut, KOHATI menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, manusiawi, dan bermartabat. KOHATI juga mendorong semua pihak untuk mengedepankan prinsip perlindungan terhadap tenaga pendidik, khususnya perempuan, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Sebagai organisasi perempuan, KOHATI menegaskan komitmennya untuk terus berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan, serta mengawal isu-isu sosial dengan tetap menjunjung tinggi etika, empati, dan supremasi hukum.











Komentar